Recent Posts

Musuem Angkut, Museum Transportasi Pertama di Asia Tenggara

Add Comment
Kota Wisata Batu Malang memang menawarkan banyak sekali jenis wisata menarik, salah satu wisata keren di Kota Batu selain wisata alam adalah museum, nah di kota satu ini terdapat sebuah Museum yang cukup menarik perhatian.



foto mobil antik di musuem angkut batu
koleksi mobil antik di museum angkut. foto : fachmiza


Musuem tersebut bernama Museum Angkut, yaitu sebuah museum yang mengusung tema transportasi, Museum Angkut Batu menjadi museum pertama di Asia Tenggara yang mengusung tema tersebut lho, ada banyak sekali koleksi kendaraan di tempat wisata ini yang bisa kita lihat.

Museum Angkut atau bisa juga disebut Museum Angkot menawarkan wisata edukasi dan sejarah yang sangat sayang untuk kita lewatkan, di Museum Angkut Batu terdapat berbagai macam koleksi kendaraan dari zaman dahulu hingga zaman modern.

Tempat wisata yang dibangun diatas tanah seluas 3 hektar ini sangat cepat menarik perhatian wisatawan, setiap harinya Museum Angkut Batu selalu ramai oleh pengunjung yang penasaran ingin melihat mobil-mobil antik.

baca juga : daftar tempat wisata di Malang yang sayang kamu lewatkan



foto transportasi tradisional di indonesia
salah satu transportasi tradisional di Indonesia. foto : harlicha_yuli


Museum Angkut Batu masih berada dibawah naungan Jatim Park Group yang juga mengelola tempat wisata Jatim Park 1 dan 2, Museum Angkut Batu sendiri dibagi menjadi beberapa bagian seperti :

Zona Hall Utama
Zona ini merupakan zona pertama yang akan kita lihat ketika mulai memasuki area Musuem, di Zona Hall Utama kita bisa melihat banyak sekali koleksi kendaraan antik zaman dahulu dari berbagai negara.

Zona Edukasi
Nah, bagi kamu yang ingin mengenal dunia otomotif lebih jauh ke masa lalu, kamu bisa masuk ke Zona Edukasi, di zona ini kita bisa melihat benyak koleksi kendaraan yang dilengkapi dengan penjelasannya, di zona ini juga terdapat sebuah mobil seri Chrysler Windsor Deluxe yang pernah dipakai oleh Presiden Soekarno lho.

Zona Batavia
Di zona ini kita akan diajak bernostalgia di Jakarta pada zaman dahulu ketika masih bernama Batavia dan masih dalam penjajahan Belanda, di Zona Batavia kita bisa melihat koleksi transportasi zaman dahulu lengkap dengan background yang akan membuat kita serasa benar benar berada ditempat tersebut.

Zona Jepang
Jika membahas mengenai otomotif tentunya tak lepas dengan Jepang, karena itu Museum Angkut Batu juga menyediakan zona khusus yang memamerkan transportasi Jepang pada zaman dahulu hingga modern, disini kita bisa melihat koleksi dari beberapa pabrikan terkenal seperti Honda, Suzuki, Kawasaki dan masih banyak lainnya.

Zona Eropa
Selain Jepang, terdapat juga Zona Eropa yang memperlihatkan koleksi dari beberapa negara populer, di Zona Eropa sendiri dibagi menjadi beberapa bagian seperti Inggris, Perancis, Jerman dan Italia, dari negara-negara tersebut, Zona Inggris dan Perancis adalah zona paling favorit bagi wisatawan.

Zona Hollywood
Nah, inilah salah satu zona paling favorit di Museum Angkut Batu selain Zona Gangster, di Zona Hollywood kita bisa melihat berbagai koleksi unik dari film-film hollywood seperti mobil milik Scooby-Doo hingga Batman.

Zona Gangster dan Broadway Street
Bersama dengan Zona Hollywood, Zona Gangster menjadi spot paling favorit di Museum Angkut, di Zona Gangster kita akan diajak bernostalgia pada tahun 1970an dimana pada saat itu Gangster masih sangat populer di Amerika, di Zona Gangster ini kita bisa melihat berbagai koleksi yang berhubungan dengan Gangster.

Masih kurang puas dengan zona-zona diatas? Tenang, Museum Angkut Batu masih memiliki spot keren lainnya kok, seperti :

Pasar Apung
Biasanya Pasar Apung identik dengan Kalimantan, walaupun juga terdapat di Lembang, Bandung, tapi ternyata di Museum Angkut juga terdapat tempat serupa lho, sama halnya dengan Pasar Apung lainnya, Pasar Apung di Museum Angkut Batu juga berfungsi sebagai lokasi makan.

Pasar Apung Museum Angkut menjadi lokasi favorit untuk bersantai sambil mengisi perut setelah puas berkeliling seharian, di kawasan Pasar Apung juga terdapat toko-toko penjual souvenir yang bisa kita jadikan oleh-oleh khas Batu.

Museum D’Topeng
Seperti namanya, Museum D’Topeng memiliki lebih dari 2000 topeng dari berbagai daerah Indonesia, tak hanya itu saja, Museum D’Topeng di Museum Angkut Batu juga memamerkan koleksi kerajinan keramik, wayang hingga Al Quran kuno yang dibuat dari kulit binatang.



foto zona gangster di museum angkut batu
zona gangster. foto : adevihas



Rute Menuju Museum Angkut Batu Malang

Akses menuju tempat wisata ini sangatlah mudah, bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, kamu bisa mengikuti rute dibawah ini.
Kendaraan Umum: dari Kota asalmu, kamu bisa menuju ke Kota Batu dengan naik bis dan turun di terminal Batu, dari terminal Batu kita bisa menggunakan Angkutan berwarna merah jingga (jurusan Batu – Selecta – Sumberbrantas) dan turun di Museum Angkut.

Kendaraan Pribadi: dari pusat kota Malang, belok kiri di Jalan Imam Bonjol Bawah (sebelah kanan ada Matahari-Lippo Plaza) hingga sampai di Jatim Park 1, setelah sampai di depan Jatim Park 1, kamu tinggal lurus saja hingga menemukan Museum Angkut yang berada di pojok perempatan lampu merah.

baca juga : daftar tempat wisata keren di Kota Batu yang harus kamu kunjungi


foto koleksi vespa di museum angkut batu malang
koleksi vespa di museum angkut. foto : rizka




Tips Berlibur Ke Museum Angkut Kota Batu


  • Tinggi badan 85 cm keatas dikenakan tiket penuh.
  • Additional charge segala jenis kamera selain kamera handphone Rp. 30.000,-/kamera
  • Segala bentuk pemotretan untuk kegiatan modelling/photo session/prewedding/rombongan dll, harap berkoordinasi dengan marketing.
  • Dilarang membawa makanan & minuman dalam bentuk apapun kecuali makanan bayi, menyalakan api/merokok, membawa senjata tajam dan hewan peliharaan
  • Waktu terbaik untuk berkunjung ke Museum Angkut adalah saat hari biasa, karena saat weekend biasanya akan ramai oleh wisatawan.
  • Tapi jika kamu datang pada hari Sabtu dan Minggu, kamu dapat menikmati parade superhero sekitar pada jam 17.00 mulai dari Batman hingga Superman.
  • Datanglah lebih awal agar bisa lebih puas berkeliling.




Harga Tiket Masuk :
Senin – Jumat (Rp. 60.000/orang)
Weekend, Hari Libur dan Tanggal Merah (Rp.80.000/orang)

Paket Terbang
(Museum Angkut + Runway 27)
Senin-Jumat (Rp. 70.000,-)
Weekend (Rp. 90.000,-)

Paket Topeng
(Museum Angkut + D’Topeng Kingdom)
Senin-Jumat (Rp. 70.000,-)
Weekend (Rp. 90.000,-)

Paket Balap
(Museum Angkut + Runway 27 + D’Topeng Kingdom)
Senin-Jumat (Rp. 80.000,-)
Weekend (Rp. 100.000,-)

Jam Buka Museum Angkut :
12:00-20:00 WIB
Loket Buka Jam 11:00-19:00 WIB

Akomodasi (Penginapan)
Karena Kota Batu menjadi kota wisata, jadi cukup mudah untuk menemukan penginapan di Kota ini, termasuk didekat objek wisata Museum Angkut, sudah terdapat banyak villa, homestay dan hotel yang bisa kita pilih.

Danau Tamblingan Sisi Lain Dari Keindahan Pulau Bali

Add Comment
Selain danau Beratan yang termasuk dalam 20 danau tercantik di dunia, Pulau Dewata masih memiliki danau lainnya, antara lain adalah Danau Buyan dan Danau Tamblingan yang sering disebut sebagai danau kembar oleh wisatawan karena terletak berdekatan.


keindahan danau tamblingan 
suasana di danau tamblingan yang sangat menenangkan. foto : lini_tanjaya




Di Pulau Bali sendiri terdapat empat danau, yaitu danau beratan, batur, buyan dan tamblingan, diantara keempat danau tersebut Danau Tamblingan merupakan danau yang paling kecil dengan luas kurang lebih 1,15 kilometer persegi dan memiliki kedalaman sekitar 23 meter.

Namun walaupun kecil, pemandangan dan suasana di sekitar Danau Tamblingan sangat menggoda wisatawan yang berlibur di Bali untuk datang mengunjunginya, keindahan dan keasrian alam di kawasan danau memang sangat terjaga, menjadikan siapapun tertarik untuk berkunjung. Danau Tamblingan sendiri terletak di kaki gunung Lesung, menjadikan udara di kawasan danau cukup sejuk dan segar.


Sejarah Danau Tamblingan

Tamblingan diambil dari kata “tamba” yang berarti obat dan ‘elingan” yang berarti kemampuan spiritual, menurut cerita pada zaman dahulu kala di kawasan desa sekitar danau terjadi wabah penyakit epidemi, yaitu sebuah penyakit yang menyerang manusia dan dapat menular dengan cepat.
 
Hingga akhirnya seseorang di desa tersebut yang disucikan turun ke danau untuk mencari obat, beliau mengambil air dari Danau Tamblingan disertai doa yang dibacanya hingga akhirnya penduduk desa bisa sembuh dengan meminum air danau tersebut.


Kebanyakan wisatawan yang datang ke Danau Tamblingan dan Buyan adalah turis asing yang menggunakan kendaraan sendiri/menyewa, namun seiring terkenalnya Danau Tamblingan kini banyak juga wisatawan lokal yang datang berlibur kesini.



prewedding di danau tamblingan bali 
yuk foto prewedding di danau tamblingan bali. foto : daisukigo



Selain menikmati keindahan dari tepi danau, kita juga bisa menyewa perahu untuk berkeliling danau, uniknya perahu tersebut tidak menggunakan mesin motor sebagai penggeraknya, jadi air danau tidak akan tercemar oleh limbah motor.

baca juga : foto foto keren dari ke-34 provinsi di indonesia

Selain berkeliling danau menggunakan perahu, kita juga bisa memancing ikan, lokasi sekitar danau biasanya digunakan sekolah-sekolah tingkat SMA untuk mengadakan perlombaan pramuka, seperti perkemahan.

Tempat wisata Danau Tamblingan juga biasa digunakan fotografer untuk melakukan foto prewedding lho, jadi apabila kamu mencari tempat sebagai background prewedding di Bali selain pantai tegalwangi, uluwatu dan GWK yang sudah terlalu mainstream, kamu bisa mencobanya di Danau Tamblingan.

Tak hanya itu saja, suasana yang tenang dengan udara segar bisa kita manfaatkan sebagai lokasi untuk yoga di pagi hari, jadi kini kamu punya alternatif tempat untuk yoga selain di ubud.

Di sekitar Danau Tamblingan sudah tersedia warung makanan, jadi kita bisa bersantai melihat pemandangan sembari menyantap makanan, lokasi ini juga sangat cocok untuk berkemah, apabila kamu ingin menginap namun tidak memiliki budget cukup, cobalah untuk mendirikan tenda disekitar kawasan danau, selain lebih seru kita juga bisa lebih dekat dengan alam.


Rute Menuju Wisata Danau Tamblingan

Untuk akses menuju danau, terdapat dua jalur yang bisa kita pilih, pertama adalah melewati Danau Bedugul, setelah melewati Danau Bedugul di sebelah kiri jalan akan terlihat gerbang yang bertuliskan Danau Buyan dan Tamblingan, jika melewati jalur pertama ini kita akan langsung sampai di pinggir danau. 

Sedangkan untuk jalur kedua, dari Danau Bedugul lurus terus ke arah atas hingga bertemu pertigaan. Saat tiba di pertigaan, silahkan belok ke kiri. nah, jika melewati jalur kedua ini kita akan melihat pemandangan Danau Tamblingan dari atas.




berkemah di danau tamblingan bali 
bisa jadi pilihan tempat camping seru di Bali. foto : ariesta_jacky




Uniknya, diantara keindahan panorama Danau Tamblingan yang memanjakan mata, terdapat pemandangan lain yang menarik perhatian, yaitu terdapatnya beberapa pura, diantara lain adalah pura dalem tamblingan, endek, ulun danu, naga loka dan masih ada beberapa lainnya.

Setelah kita puas berkeliling menikmati panorama keindahan danau, saatnya bagi tubuh kita untuk santai dengan berendam di pemandian air panas di desa Banjar, yang hanya berjarak sekitar 20 km dari danau tamblingan.

baca juga : ini dia tempat tempat unik yang cocok untuk foto prewedding kamu agar tampil berbeda.



Tips Saat Berlibur Ke Danau Tamblingan :

  • datanglah saat pagi atau sore hari, maka suasana akan terasa lebih nyaman.
  • jangan membuang sampah sembarangan.
  • lokasi ini juga sangat cocok untuk berkemah.
  • untuk sensasi berbeda, cobalah naik perahu berkeliling danau.
  • bisa menjadi pilihan wisata alternatif bersama keluarga saat musim liburan dan weekend.



Pantai Wediombo, Salah Satu Pantai Terlengkap dan Indah di Gunung Kidul Jogja

Add Comment
Menurut kamu dimana lokasi terbaik untuk surfing di pulau Jawa? Bagi para pecinta surfing pasti akan menjawab Pantai G-Land di Banyuwangi, ya pantai tersebut memang memiliki ombak terbaik di pulau Jawa, tapi tentunya bagi masyarakat Jawa Tengah dan Jogja lokasi Pantai G-Land terlalu jauh untuk dijangkau.


foto pantai wediombo gunung kidul jogja
indah bangat pantainya. foto : reikareii



Nah, tenang, terdapat pantai alternatif di Jogja yang juga memiliki ombak tak kalah kerennya dari Pantai G-Land lho, yaitu Pantai Wediombo di Gunung Kidul, berbeda dengan kebanyakan pantai di Gunung Kidul, karakteristik dari Pantai Wediombo lebih mirip dengan pantai di Bali.

Banyak yang mengatakan jika ombak di Pantai Wediombo merupakan ombak terbaik di Jogja, di Gunung Kidul sendiri terdapat beberapa pantai keren yang bisa kita gunakan untuk surfing, selain Pantai Wediombo masih terdapat Pantai Krakal yang juga tak kalah menarik untuk kita coba.

Bisa dibilang Pantai Wediombo merupakan pantai yang cukup lengkap di Gunung Kidul, karakateristik Pantai Wediombo sedikit berbeda dengan kebanyakan pantai di Gunung Kidul, dimana biasanya pantai dihiasi oleh hamparan pasir putih yang luas, Pantai Wediombo malah dihiasi oleh bebatuan di pinggir pantainya.

Bentuk dari Pantai Wediombo layaknya sebuah teluk yang menjadikan ombak disini cukup stabil, Pantai Wediombo juga dikelilingi oleh bukit bukit karst yang menjadi ciri khas pantai selatan, ada banyak kegiatan yang bisa kita lakukan disini, mulai dari surfing, snorkeling, memancing hingga hunting foto keren.



foto pemandangan di pantai wediombo jogja
bebatuan di pantai wediombo, ada bidadari terdampar! foto : yurikeike


Nah, bagi kamu yang tidak bisa surfing, bisa mencoba untuk snorkeling, dikawasan Pantai Wediombo terdapat dua spot snorkeling populer, yang pertama terletak didekat pantai dan bisa kita tempuh dengan berjalan kaki, sedangkan yang kedua terletak dibelakang ombak atau tak jauh dari tengah laut, untuk menuju ke spot kedua kita harus menyewa perahu terlebih dahulu.

Tak hanya itu saja, selain surfing dan snorkeling ada kegiatan keren lainnya yang tak boleh kamu lewatkan saat berkunjung ke Pantai Wediombo, yaitu melihat sunset, berbeda dengan kebanyakan pantai di Gunung Kidul yang menghadap ke selatan, Pantai Wediombo sedikit condong ke barat.

Pada bulan tertentu kita bisa melihat matahari tenggelam tepat di garis horizon laut yang menjadikan pemandangan sangat indah dan sayang untuk dilewatkan, sambil menunggu momen sunset kamu bisa menghabiskan waktu dengan memancing, Pantai Wediombo tak hanya menawarkan keindahan alamnya saja, melainkan juga menjadi habitat ikan yang sangat cocok bagi kamu pecinta mancing.

Ombak di Pantai Wediombo terbilang cukup besar, jadi sangat berbahaya untuk anak-anak, sebagai alternatifnya terdapat kolam-kolam alami di pinggir pantai yang terbentuk dari bebatuan, kolam alami ini menjadi daya tarik tersendiri dari Pantai Wediombo, selain itu kolam alami tersebut juga dijadikan lokasi berenang favorit oleh wisatawan yang takut untuk berenang ketengah.

Setiap tahunnya lokasi wisata Pantai Wediombo Gunung Kidul juga dijadikan sebagai tempat Upacara Ngalagi, yaitu upacara adat masyarakat setempat sebagai tanda syukur atas hasil panen ikan yang melimpah, selain melarung sesaji ke laut, dalam ritual Ngalangi ini juga ada aktivitas menangkap ikan menggunakan gawar (jaring dari pohon wawar). Ikan-ikan tersebut kemudian akan dimasak dan dimakan bersama pada acara kenduri besar.



foto sunset di pantai wediombo gunung kidul jogja
sunset di pantai wediombo. foto : wahyu_sbp



Rute Menuju Pantai Wediombo Gunung Kidul

Nah, akses menuju Pantai Wediombo Gunung Kidul ini terbilang cukup mudah, dari pusat kota Jogja kamu tinggal menuju kearah Wonosari (pantai-pantai di Gunung Kidul lainnya) saja, dari kota Wonosari perjalanan di lanjutkan ke arah timur melewati Pasar Wonosari lalu terdapat Pertigaan setelah pasar ambil kanan menuju jalur Pantai Baron.

setelah 10 km dari pertigaan tadi akan terdapat pertigaan lagi yang menunjukkan arah Pantai Wediombo dan Pantai Indrayanti, nah, ikuti saja petunjuk tersebut hingga sampai di Pasar Jepitu, sesampainya di Pasar Jepitu terdapat pertigaan lagi, silahkan ambil arah kekanan hingga kamu sampai di lokasi parkir Pantai Wediombo.



foto laguna di pantai wediombo jogja
laguna di pantai wediombo. foto : hakim_abdur



Tips Berlibur ke Pantai Wediombo Gunung Kidul


  • Lebih disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor karena jalan menuju ke lokasi wisata terbilang cukup sempit.
  • Untuk kamu yang ingin melihat indahnya Sunset di Pantai Wediombo, datanglah pada bulan November-Mei, karena saat itu matahari lebih condong ke selatan, jadi kita bisa melihat matahari tenggelam dilaut.
  • Bagi yang ingin surfing atau snorkeling namun tidak mempunyai peralatannya, tenang, di Pantai Wediombo sudah terdapat banyak tempat penyewaan peralatan snorkeling maupun surfing.
  • Jika kamu tidak ingin menginap, disarankan untuk pulang tidak terlalu malam, karena jalan menuju Pantai Wediombo cukup sepi.



Harga Tiket Masuk :

  • Tiket masuk: Rp 5.000
  • Parkir motor Rp 2.000: menginap Rp 4.000
  • Parkir mobil Rp 5.000: menginap Rp 10.000
  • Surfing: Rp 100.000 (surf board, pemandu, foto)
  • Snorkeling: Rp 30.000 (lokasi di area pantai), Rp 80.000 (lokasi ke tengah laut dan harus naik kapal. Minimal 6 orang).
  • Sewa motor trail: Rp 100.000
  • Sewa surfboard: Rp 50.000
  • Sewa body boot: Rp 20.000
  • Sewa payung: Rp 15.000
  • Sewa tenda kapasitar 4 orang: Rp 35.000


Akomodasi (Penginapan)
Bagi kamu yang ingin menginap, disekitar kawasan wisata Pantai Wediombo Gunung Kidul belum terdapat hotel, sebagai gantinya kamu bisa menginap dikawasan Pantai Indrayanti, atau bisa juga mendirkan tenda di pinggi pantai.


Lokasi :


  • Alamat ; Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Gunung Kidul, Yogyakarta
  • 73 Km dari pusat Kota Yogyakarta melalui Jl. Nasional III (2 jam 6 menit)
  • 35 Km dari pusat kota Wonosari melalui Jl. Nasional III (1 jam 1 menit)
  • (perkiraan waktu tempuh jika tidak ada kendala)




Lihat peta cara menuju ke pantai wediombo gunung kidul



Wisata Terdekat Dari Pantai Wediombo Gunung Kidul :

Pantai Siung (13 menit)
Pantai Nglambor (13 menit)
Pantai Watu Lumbung (7 menit)

Info Lengkap Gunung Telomoyo, Gunung Dengan Landasan Paralayang tertinggi di Indonesia

Add Comment
Dari banyaknya gunung di Kabupaten Magelang, mana saja yang sudah pernah kamu daki? Andong, Merbabu, Sumbing atau Telomoyo? Berbicara mengenai gunung di Kabupaten Magelang memang sangat menarik.



foto landasan paralayang puncak gunung telomoyo
landasan paralayang tertinggi di Indonesia. foto : rianpict



Kabupaten ini dikelilingi oleh beberapa gunung dengan pemandangan indah, nah dari banyaknya gunung tersebut terdapat satu gunung yang cukup menarik perhatian, yaitu Gunung Telomoyo, gunung satu ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Magelang dan Semarang.

Gunung Telomoyo sendiri memiliki ketinggian 1894 Mdpl, lebih tinggi sedikit dari Gunung Andong yang memiliki ketinggian 1726 Mdpl, Gunung Telomoyo berada di antara Gunung Merbabu, Ungaran dan Andong, merupakan gunung api berbentuk stratao (kerucut), tapi sejauh ini belum pernah meletus.

Gunung Telomoyo dapat kita lihat dari kota-kota terdekat seperti Salatiga, Magelang, Temanggung dan Semarang, walaupun masih kalah populer dengan gunung-gunung lainnya, namun Gunung Telomoyo tak boleh kamu kesampingkan.

Dengan ketinggian 1894 Mdpl, Gunung Telomoyo menawarkan pemandangan yang sangat indah lho, dari puncak Telomoyo kita bisa melihat deretan gunung tinggi lainnya seperti Lawu, Sumbing, Sindoro dan Prau, tak hanya itu saja, kita juga dapat melihat luasnya danau Rawa Pening.


foto jalan menuju puncak gunung telomoyo
jalan menuju puncak telomoyo. foto : http://www.ardiyanta.com/


Untuk dapat ke Gunung Telomoyo, kamu harus menuju ke Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, tak terlalu sulit untuk menemukan Desa Pandean, karena masih satu arah dengan Pasar Ngablak.

Berbeda dengan kebanyakan gunung dimana kita harus bersusah susah mendaki untuk sampai di puncaknya, di Gunung Telomoyo kita tidak perlu menguras tenaga dengan berjalan kaki karena sudah terdapat jalan hingga sampai puncak.

Dibuatnya jalan tersebut karena di puncak Telomoyo terdapat stasiun pemancar milik Telkom dan landasan paralayang, agar lebih mudah mengaksesnya jadi dibuatlah jalan tersebut, yaitu berupa jalan aspal.

Walaupun jalannya berupa aspal, tapi tetap saja dibutuhkan kendaraan yang prima, kita tidak akan selalu menemukan jalanan mulus layaknya di Kabupaten Karanganyar, melainkan terdapat beberapa bagian yang cukup rusak, namun inilah tantangan yang membuat pendakianmu makin seru.



foto air terjun di gunung telomoyo
air terjun mini. foto : anam


Jalan menuju puncak Telomoyo cukup menanjak dengan jalur yang sempit, hanya pas untuk satu mobil saja, jadi lebih disarankan untuk menggunakan motor, sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam Kota Salatiga, Kabupaten Magelang dan Semarang yang terlihat mengagumkan.

Untuk bisa sampai di puncak Gunung Telomoyo menggunakan motor kita hanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit saja, tapi apabila kamu berjalan bisa memakan waktu sekitar 2 jam, puncak Telomoyo ditandai dengan adanya stasiun Telkom dan landasan paralayang.

Nah, landasan paralayang inilah yang menjadi spot foto paling populer dan favorit di Gunung Telomoyo, selain itu selama perjalan kita juga akan menemukan air terjun mini lho, tapi aliran air di air terjun tersebut tidaklah deras.

baca juga : peraturan tak tertulis yang harus ditaati semua pendaki gunung



foto pemandangan gunung telomoyo
keren pemandangannya. foto : ratna_mila



Tips Mendaki di Gunung Telomoyo :


  • Waktu terbaik untuk mendaki di Gunung Telomoyo adalah ketika sunrise dan sore hari.
  • Baik mendaki dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan tidak menjadi masalah, silahkan sesuaikan dengan selera masing-masing.
  • Jika menggunakan kendaraan, lebih disarankan untuk menggunakan motor dengan syarat motor dalam keadaan prima agar kuat sampai puncak.
  • Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu menaati aturan ya guys.


Info Lengkap Pendakian Gunung Merbabu via Selo

Add Comment
Merbabu merupakan gunung yang terletak di Jawa tengah, tepatnya diperbatasan antara Kabupaten Salatiga, Boyolali dan Magelang, gunung Merbabu memiliki ketinggian 3142 Mdpl dan merupakan salah satu gunung terindah di Pulau Jawa.


foto sunrise di puncak gunung merbabu
sunrise di puncak kenteng songo


Nah, untuk mendaki di Gunung Merbabu sendiri terdapat beberapa jalur yang bisa kita pilih, yaitu :

  • Selo (Boyolali)
  • Suwanting (Magelang)
  • Thekelan (Salatiga)
  • Chuntel (Salatiga)
  • Wekas (Magelang)
  • Gancik (Boyolali)


Dari daftar jalur pendakian diatas, jalur Selo merupakan jalur pendakian Gunung Merbabu paling favorit, bukan tanpa alasan, selain jalurnya lebih mudah, pemandangan yang ditawarkan juga sangat indah lho, sepanjang jalur kita bisa melihat bunga edelweis, hutan pinus, hingga padang sabana rumput.

Untuk menuju ke Basecamp Selo yang berada di Desa Genting, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali bisa dibilang cukup mudah, hanya saja terdapat beberapa bagian jalan yang rusak, akses menuju Basecamp Selo bisa dijangkau dari beberapa kota tetangganya seperti Magelang, Semarang dan Solo.

Cara paling mudah dan tercepat untuk menuju ke Basecamp Selo adalah melalui daerah Cepogo, Boyolali, kamu bisa mengikuti rute bibawah ini.
Dari Semarang silahkan menuju ke Salatiga, sesampainya di bundaran Salatiga (Ramayana) kamu pilih arah ke Kopeng hingga bertemu lampu merah pertama, nah di lampu merah pertama ini apabila kamu belok kanan akan menuju Kopeng dan jika lurus akan menuju ke Boyolali, kamu lurus saja hingga memasuki Kabupaten Boyolali.

Sesudah masuk di Kabupaten Boyolali, ikuti jalan tersebut masih lurus dan melewati beberapa Pom bensin hingga kamu menemukan Pos Ojek di kiri jalan dimana tepat didepan Pos Ojek tersebut terdapat pertigaan, masuklah ke pertigaan itu dan ikuti jalan hingga sampai di Basecamp Selo, setelah masuk di pertigaan agar tidak tersesat kamu bisa bertanya ke warga sekitar, karena perjalanan masih sangat jauh.





foto pemandangan gunung merapi dari gunung merbabu
view merapi dari pos 3


Estimasi Waktu Pendakian Merbabu via Selo :

Basecamp – Pos 1 (2,5 jam)
Pos 1 – Pos 2 (1 jam)
Pos 2 – Pos 3 (45 menit)
Pos 3 – Sabana 1 (1 jam)
Sabana 1 – Sabana 2 (1 jam)
Sabana 2 – Puncak (1,5 jam)
Total : 7 jam 45 menit (dengan syarat lebih banyak berjalan dan sedikit istirahat)

Biaya Retribusi :
Rp. 15.000/orang
Parkir Rp. 5.000/motor


Info Tambahan Pendakian Gunung Merbabu via Selo :


  • Tidak ada sumber air di jalur pendakian ini, jadi pastikan kamu membawa logistik yang memadai ya.
  • Lokasi yang cocok untuk mendirikan tenda adalah di Pos 3, Sabana 1 dan Sabana 2, namun biasanya pendaki lebih memilih mendirikan tenda terakhir sebelum summit di Sabana 2.
  • Waktu terbaik untuk mendaki di Gunung Merbabu adalah saat siang hari, jadi kita bisa melihat pemandangan sepanjang jalur.
  • Gunung Merbabu memiliki 3 puncak, yaitu Puncak Trianggulasi, Kenteng Songo dan Syarif, biasanya pendaki lebih memilih di Puncak Kenteng Songo (tengah).


Coban Talun, Air Terjun Indah nan Tersembunyi di Kota Batu

Add Comment
Kota Wisata Batu, sesuai namanya, di kota satu ini terdapat banyak sekali tempat wisata keren mulai dari wisata kuliner, sejarah, taman hingga wisata alam, nah salah satu wisata alam populer adalah Air Terjun.


foto coban talun batu malang
indah banget ya air terjunnya. foto : dwilatifahhanum



Di Kota Batu terdapat sebuah air terjun dengan pemandangan indah lho, air terjun ini bernama Coban Talun, walaupun masih kalah populer dengan Coban Rondo, tapi jangan pernah meremehkan pemandangannya sebelum kamu datang langsung.

Coban Talun terletak di Bumi Perkemahan Coban Talun yang berada di kaki gunung Arjuno -  Welirang sebelah barat, air terjun ini bisa dibilang masih cukup alami karena tak terlalu populer seperti air terjun lainnya di Kota Wisata Batu maupun di Malang.

Coban Talun memiliki ketinggian lebih dari 50 meter, tapi tidak tahu berapa pastinya ketinggian air terjun tersebut, Coban Talun dikelilingi oleh tebing-tebing besar dengan tanaman hijau yang menghiasinya, menjadikan pemandangan kian asri.

Aliran air di Coban Talun cukup deras apabila musim hujan, selain itu airnya juga cukup jernih dan segar, tepat dibawah air terjun membentuk sebuah kolam kecil yang bisa kita gunakan untuk membasuh muka, selain itu apabila cuaca sedang cerah tak jarang kita juga bisa melihat pelangi lho, seperti di Air Terjun Kabut Pelangi.


foto hutan pinus di coban talun malang
hutan pinus di jalur menuju coban talun. foto : ramadhanyabd


Tapi, sebelum kita bisa menikmati keindahan Coban Talun, terlebih dahulu kita harus melewati jalur dengan medan yang cukup sulit untuk sampai di lokasi air terjun, kita akan dipaksa berjalan sekitar 30-60 menit dengan melewati jalan setapak yang saat musim hujan akan sangat licin.

Tak hanya itu saja, kita juga harus melewati sungai, hutan pinus dan melewati lokasi camping ground, di perjalanan kamu akan menemukan percabangan yang apabila kekanan maka kamu akan menuju ke bagian atas Coban Talun dan jika kekiri akan menuju bagian bawah.

Terlepas dari jalurnya yang cukup berat, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan indahnya pemandangan Bumi Perkemahan Coban Talun ini, rasa lelahmu akan terbayar lunas setelah sampai di lokasi air terjun, suara deburan dan segarnya air akan langsung membuatmu bersemangat kembali.

baca juga : Coban Jidor, keindahan tersembunyi di Malang



foto coban talun malang
yuk nyantai bareng. foto : herdiyanto_tito


Wisata air terjun Coban Talun sangat cocok kamu kunjungi jika memang kamu menyukai wisata berbau petualangan, selain itu Coban Talun juga tidak seramai wisata air terjun lainnya di Malang, jadi sangat pas untuk bersantai bersama alam.

Walaupun masih kalah populer, ternyata wisata Coban Talun sudah didukung dengan fasilitas penunjang yang cukup lengkap lho, seperti terdapatnya WC, tempat parkir, Musholla dan warung untuk kita beristirahat sambil makan siang.



foto waduk di kawasan coban talun
waduk di bumi perkemahan coban talun. foto : ella_elisya



Rute Menuju Wisata Air Terjun Coban Talun

Akses menuju lokasi Coban Talun, apabila kamu dari alun-alun Kota Batu bisa mengambil arah ke Selecta – Cangar, atau jika dari Surabaya dapat langsung mengambil jalur Cangar melalui Trawas, tapi pada malam hari akan cukup berbahaya jika melalui jalur Trawas karena tidak terdapat lampu penerangan serta kondisi jalan yang berliku-liku dengan turunan curam.

Nah, bagi kamu yang menggunakan transportasi umum, dapat mengunakan angkot tujuan Selecta, yaitu Angkot berwarna biru dengan kode AL (Arjosari-Landungsari) atau ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari) dan turun di Terminal Landungsari.

Dari Terminal Landungsari, perjalanan dilanjutkan dengan Angkot berwarna Pink atau Ungu tujuan Terminal Batu. Sesampainya di Terminal Batu, perjalanan berlanjut dengan menggunakan Angkot berwarna Orange tujuan Selecta-Coban Talun dan turun di Bumi Perkemahan Coban Talun.

baca juga : daftar air terjun terindah di Malang, mana favoritmu?

Tips Berlibur Ke Coban Talun


  • Siapkan fisikmu terlebih dahulu, sebab kita akan dipaksa berjalan kaki dengan jalur yang cukup berat untuk sampai di lokasi air terjun.
  • Lebih disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi terutama motor.
  • Jalan menuju ke Coban Talun tidak terlalu baik karena terdapat beberapa bagian yang rusak.
  • Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu menaati aturan ya.
  • Waktu terbaik untuk berkunjung ke Coban Talun adalah pagi-siang hari.



Harga Tiket Masuk :
Rp. 5.000/orang


Akomodasi (Penginapan)
Sejauh ini belum terdapat hotel ataupun jenis penginapan lainnya disekitar kawasan wisata Coban Talun, sebagai gantinya kamu bisa berkemah di Bumi Perkemahan Coban Talun, atau kamu dapat mencari penginapan di pusat Kota Batu.


Lokasi :


  • Alamat ; Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur
  • 9 Km dari Alun Alun Kota Batu (22 menit)
  • 30 Km dari Pusat Kota Malang melalui Jl. Raya Malang-Surabaya (1 jam 7 menit)
  • (perkiraan waktu tempuh jika tidak ada kendala)



Lihat peta cara menuju ke Coban Talun


Wisata Terdekat Dari Coban Talun :

Goa Jepang (masih satu kawasan)
Museum Angkut + Movie Star Studio (25 menit)
Taman Selecta (12 menit)

Pantai Krakal, Spot Surfing Dengan Pemandangan Indah di Jogja

Add Comment

Pantai Krakal merupakan salah satu dari deretan pantai indah di Wonosari, Gunung Kidul, Pantai Krakal memiliki panjang sekitar 40.000 meter yang menjadikan pantai satu ini sebagai pantai terpanjang di Kabupaten Gunung kidul diantara 7 pantai lainnya seperti Pantai Kukup, Baron, Indrayanti dan Pok Tunggal.


foto pemandangan pantai krakal gunung kidul 
yuk berenang! foto : ethenk.only


Seperti halnya dengan pantai lainnya di kawasan Gunung Kidul, Pantai Krakal juga dikelilingi oleh tebing-tebing besar, bahkan beberapa wisatawan mengaku jika Pantai Krakal adalah pantai terindah di Yogyakarta, biasanya wisatawan yang berkunjung akan membuat rute liburannya dari Pantai Baron menuju Pantai Kukup dan diakhiri di Pantai Krakal atau sebaliknya.

Tempat wisata Pantai Krakal berlokasi di desa Ngestirejo, kecamatan Tanjungsari, Gunung kidul, masih satu garis dengan objek wisata pantai Baron, Kukup, Indrayanti dan Pok Tunggal, karakteristik dari Pantai cantik ini adalah pasir putih dan ombaknya yang cukup besar.

Pantai Krakal menjadi salah satu tujuan wisata pantai favorit di Jogja karena memiliki pemandangan yang sangat indah, bahkan kita juga bisa melihat sunrise di Pantai Krakal lho, jadi jika kamu mencari tempat keren untuk melihat sunrise di Gunung Kidul, Jogja, Pantai Krakal harus masuk dalam daftarmu ya.

Di bibir pantai terdapat batuan karang yang berfungsi untuk memecah ombak, kamu harus berhati hati jika berjalan diatas batuan karang tersebut karena cukup tajam, uniknya, di batuan karang pantai Krakal ini dihuni oleh ikan-ikan cantik seperti ikan butterflyfish dan damselfish lho.

baca juga : Pantai Pok Tunggal, pantai romantis di Jogja



foto indah pantai krakal jogja 
welcome to krakal beach foto : bahri_xp


Ada banyak kegiatan seru yang bisa kita lakukan di Pantai Krakal Jogja ini, mulai dari bersantai, bermain air, berfoto ria hingga surfing, nah, ini dia yang membedakan Pantai Krakal dengan kebanyakan Pantai di Jogja, ombaknya yang besar menjadikan Pantai Indah ini sangat cocok untuk aktivitas surfing, setiap harinya tak jarang para peselancar yang datang karena ingin mencoba ombak di Pantai ini.


Dasar laut pantai krakal di dominasi oleh batuan karang, jadi dibutuhkan kewaspadaan ekstra saat surfing, terlebih lagi kamu harus membawa papan surfing sendiri karena kegiatan surfing bukan kegiatan favorit bagi warga lokal Jogja, berbeda dengan Bali dimana kamu bisa dengan mudah menemukan tempat penyewaan papan surfing.

Untuk menikmati ombak di Pantai Krakal, kamu harus berjalan sedikit ketengah terlebih dahulu sebab ombak akan terpecah oleh bebatuan karang saat hampir sampai ke pantai, ombak di Pantai Krakal ini bertipe reef break dan cukup menantang untuk kamu coba.

Dengan keindahan Pantai Krakal inilah yang menjadikan objek wisata tersebut kian populer dan membuat Pantai Krakal sebagai salah satu pantai paling banyak dikunjungi di Jogja, tak hanya menawarkan pemandangan laut saja melainkan juga pemandangan tebing-tebing karst yang menjadi ciri khas pantai laut selatan.

Di kawasan tempat wisata Pantai Krakal juga terdapat sebuah pulau karang layaknya di Pantai Indrayanti, diatas pulau karang tersebut sudah dibangun gardu pandang yang bisa kita gunakan untuk melihat pemandangan laut selatan dan perbukitan sekitar pantai yang mempesona.

Pun begitu, fasilitas di tempat wisata ini juga cukup memadai seperti sudah terdapatnya tempat parkir, toilet, warung makan dan restoran, bagi kamu yang ingin menginap, juga sudah ada penginapan dengan harga relatif murah di dekat objek wisata Pantai Krakal, hal ini memudahkan bagi para surfer untuk menunggu ombak yang bagus tanpa perlu bolak-balik dari pusat kota Jogja.

baca juga : Pantai Parangtritis, pantai paling terkenal di Yogyakarta


Sejarah Pantai Krakal

Berdasarkan penelitian geologis, pada zaman dulu daerah Krakal merupakan dasar dari lautan yang oleh proses pengangkatan, dasar laut ini semakin lama semakin meninggi dan akhirnya muncul sebagai dataran tinggi. Batu-batuan karang yang nampak pada waktu itu, merupakan bekas rumah binatang karang yang hidup di lautan saat itu.

Rute Menuju Wisata Pantai Krakal

Akses menuju lokasi bisa dibilang mudah walaupun cukup jauh dari pusat kota Jogja, jalanan sudah diaspal halus, tidak perlu kawatir bosan saat perjalanan, karena kamu akan disuguhi pemandangan yang cukup indah.

Dari pusat Kota Yogyakarta, ambilah arah menuju Wonosari, setelah memasuki Kota Wonosari kamu akan melewati tiga lampu merah, kemudian berbeloklah ke kanan, lalu ikuti jalan lurus sampai kamu menjumpai papan petunjuk arah, apabila ke kiri akan menuju objek wisata Pantai Sundak, Pantai Siung, dan Pantai Wediombo, kamu tinggal lurus saja menuju arah Pantai Baron, Kukup dan Krakal.


foto pemandangan tebing di pantai krakal 
cobalah mendaki keatas tebingnya foto : cherlles_makena


Tips Berlibur Ke Pantai Krakal :


  • Jika kamu ingin bermain diatas bebatuan karang pantai, berhati-hatilah karena terdapat beberapa bebatuan dengan ujung yang cukup tajam, pastikan kamu menggunakan alas kaki yang cukup tebal ya.
  • Selain bersantai di pinggir pantai, kamu bisa datang saat fajar untuk melihat indahnya sunrise di Pantai Krakal, Jogja ini.
  • Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu taati aturan.
  • Waktu terbaik untuk berlibur ke Pantai Krakal adalah saat hari biasa (senin-jumat) sebab saat weekend akan cukup ramai oleh wisatawan.

Harga Tiket Masuk :
Rp. 10.000/orang

Akomodasi (Penginapan)
Semakin populernya Pantai Krakal, kini sudah terdapat banyak hotel atau penginapan bertipe homestay di dekat kawasan wisata Pantai Krakal, harga setiap penginapan juga berbeda-beda, namun relatif murah.

Tips dan Info Lengkap Pendakian Gunung Raung, Gunung Dengan Jalur Terekstrim di Pulau Jawa

Add Comment
Mungkin, di Jawa Timur gunung paling populer adalah Gunung Semeru dan Bromo, tapi di Jawa Timur terdapat gunung lainnya yang tak kalah keren lho, mulai dari Gunung Argopuro yang terkenal dengan trek pendakian terpanjang di Indonesia hingga Gunung Raung dengan jalur ekstrimnya.



foto puncak sejati gunung raung
puncak sejati gunung raung. foto : ziccohudyoro


Gunung Raung merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia, Gunung Raung terletak di perbatasan antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, gunung satu ini memiliki kawah atau kaldera yang cukup unik yaitu berbentuk elips dengan kedalaman sekitar 500 meter dan tepat ditengahnya terdapat kerucut seperti gunung anakan setinggi kurang lebih 100 meter.

Gunung Raung sendiri memiliki tinggi 3344 Mdpl, walaupun tingginya masih kalah dengan Gunung Slamet, yaitu gunung tertinggi di Jawa Tengah dan termasuk dalam Seven Summits Of Java, tapi ternyata Gunung Raung menyabet label “jalur pendakian terberat di pulau Jawa” lho.

Karena untuk sampai di puncak Gunung Raung kita membutuhkan peralatan panjat tebing seperti tali dan helm, Gunung Raung memiliki tiga puncak utama, yaitu Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati, nah penggunaan peralatan panjat tebing ini dibutuhkan untuk sampai di Puncak Sejati, puncak tertinggi Gunung Raung.

Untuk mendaki di Gunung Raung terdapat dua jalur yang bisa kita pilih, yaitu via Waringin di Kabupaten Bondowoso dan via Kalibaru di Kabupaten Banyuwangi, dari kedua jalur tersebut biasanya para pendaki lebih memilih melalui jalur Kalibaru.

baca juga : daftar tempat wisata keren di Banyuwangi yang harus kamu kunjungi

Nah, lalu apa saja yang dibutuhkan untuk mendaki di Gunung Raung ?
Berbeda dengan kebanyakan gunung lainnya, karena Gunung Raung memiliki jalur yang sangat berat jadi perlu beberapa syarat untuk bisa mendaki disini diantaranya :

  • Foto copy KTP
  • Surat Sehat
  • Materai 6000
  • Peralatan Panjat Tebing meliputi :


  1. Persiapan Alat : Tali Kern 30m, Carrabiner, Webbing, Harnezt, Ascender, Helm, Jumar, Tali prusik. Semua harus dalam keadaan baik.
  2. Skill Teknis : Anchoring, Ascending, Belaying, descending Rappeling, Moving together.


Ketika proses pendakian kita akan menggunakan teknik SRT (Singgle Rope Technique), jadi sebelum berencana mendaki di Gunung Raung, pastikan kamu sudah belajar mengenai teknik SRT ini ya guys.


foto gunung raung
siap siap panjat tebing. foto : dianakairupan



Info Tambahan Mengenai Pendakian Gunung Raung

  • Sewa Guide ke puncak sejati & alat = kurang lebih Rp 750.000/orang (peralatan sudah disiapkan oleh Guide)
  • Sewa Jasa Porter untuk bawa 40liter air ke post camp 7 = kurang lebih Rp 600.000
  • Ongkos Ojek dari basecamp ke Post 1 = kurang lebih Rp 35.000
  • Biaya Simaksi apabila tidak membawa syarat utama (Ktp, Surat Sehat, Matere 6000) = Rp 15.000
  • Biaya Administrasi di basecamp = Rp 15.000/orang



Pendakian Gunung Raung via Jalur Kalibaru Banyuwangi



foto jalur pendakian gunung raung
berani coba? foto : https://www.pencinta-alam.com/



Untuk menuju ke Basecamp Kalibaru, kamu bisa naik kereta dengan tujuan Banyuwangi dan turun di Stasiun Kalibaru, setelah sampai di Stasiun Kalibaru bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek hingga Basecamp.

Estimasi Waktu Pendakian :
Basecamp – Pos 1 Pondok Pak Sunarya (4 jam berjalan kaki dan 30 menit menggunakan ojek)
Pos 1 Pondok Pak Sunarya – Pos 2 (2 jam)
Pos 2 – Pos 3 (1 jam)
Pos 3 – Pos 4 (1 jam 30 menit)
Pos 4 – Pos 5 (1 jam)
Pos 5 – Pos 6 (1 jam)
Pos 6 – Pos 7 (1 jam)
Pos 7 – Pos 8 (1 jam)
Pos 8 – Pos 9 (1 jam)
Pos 9 – Puncak Bendera (10 menit)
Puncak Bendera – Puncak 17 – Puncak Tusuk Gigi - Puncak Sejati (tergantung kelihaian dalam hal panjat tebing)


Info Mengenai Jalur Pendakian Gunung Raung via Kalibaru


  • Tidak ada sumber air di jalur ini, jadi pastikan kamu membawa perbekalan air yang memadai.

  • Dari Basecamp sampai di Pos 7 pemandangan sekitar hanyalah hutan dengan sepanjang jalur kita akan menemui semak belukar berduri, jadi hati-hati ya.

  • Pemandangan mulai terlihat indah dari Pos 7, disini kita bisa melihat gunung lainnya seperti gunung Semeru, Argopuro, dan Wates.

  • Lokasi yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda yaitu di Pos 2,3,4,7 dan 9.

  • Biasanya pendaki mendirikan tenda terakhir sebelum summit di Pos 9, tapi ada juga yang mendirikan di Pos 7.

  • Jalur mulai berat ketika sudah sampai di Pos 4, dari sini jalur mulai menanjak.

  • Penggunaan peralatan climbing mulai dari Puncak Bendera hingga Puncak Sejati.

  • Lebih disarankan untuk menggunakan ojek dari Basecamp menuju Pos 1 untuk menghemat waktu dan tenaga.


Pakaian Adat dan Rumah Adat Jawa Tengah Beserta Penjelasannya

Add Comment
Jawa Tengah bersama dengan provinsi Yogyakarta merupakan daerah dengan budaya jawa yang masih sangat kental, tak heran jika masih sangat mudah untuk menemui rumah adat khas Jawa Tengah di setiap kotanya.


foto ruang utama rumah joglo
megah banget ya. foto : malveto


Rumah Adat Jawa Tengah sendiri bernama Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa Tengah ini memiliki struktur bangunan yang cukup unik dengan dibagi menjadi beberapa bagian seperti :

  • pendapa.
  • pringgitan.
  • dalem.
  • sentong.
  • gandok tengen.
  • gandok kiwo.


Selain itu Rumah Joglo juga memiliki beberapa jenis seperti :

  • Joglo Limasan Lawakan (atau “Joglo Lawakan”).
  • Joglo Sinom
  • Joglo Jompongan
  • Joglo Pangrawit
  • Joglo Mangkurat
  • Joglo Hageng
  • Joglo Semar Tinandhu
  • Joglo Jepara
  • Joglo Kudus
  • Joglo Pati
  • Joglo Rembang


Terdapat empat tiang utama yang menjadi penyangga utama Rumah Joglo dimana tiang utama ini masing-masing mewakili arah angin, barat, utara, selatan, dan timur. Di dalam soko guru (kerangka bangunan utama) terdapat apa yang dikenal dengan tumpangsari yang disusun dengan pola yang terbalik dari soko guru.

Rumah Joglo adalah jenis rumah yang membutuhkan banyak bahan materi rumah yang mahal, terutama kayu, pada zaman dahulu pemilik Rumah Joglo identik dengan stastus sosial yang tinggi, biasanya pemilik Rumah Joglo berasal dari kalangan ningrat atau bangsawan, tapi kini semakin mudah untuk menemukan Rumah Joglo yang dimiliki oleh orang-orang biasa.

baca juga : yuk belajar sambil berlibur di Garuda Wisnu Kencana

Nah, dibawah ini merupakan penjelasan mengenai bagian-bagian didalam Rumah Joglo, rumah adat khas Jawa Tengah.

Pendapa

Bagian pertama adalah Pendapa atau Pendopo, Pendapa merupakan bagian paling depan Rumah Joglo yang mempunyai ruangan luas tanpa sekat-sekat, biasa Pendopo digunakan sebagai tempat pertemuan untuk acara-acara oleh penghuninya, di Pendopo biasanya terdapat soko guru, soko pengerek, dan tumpang sari.


Pringgitan

Bagian kedua adalah Pringgitan, yaitu bagian penghubung antara Pendopo dan Rumah Dalem. Pringgitan biasanya dijadikan sebagai ruang tamu.


Dalem

Yaitu sebuah ruangan yang berada didalam rumah, ruangan ini bersifat pribadi yang biasanya digunakan bersantai oleh pemilik rumah.


Gendok Kiwo dan Gendok Tengen

Kedua ruangan ini terletak disisi samping belakang rumah, Gendok Kiwo (Kiri) dan Gendok Tengen (Kanan) biasanya digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan juga peralatan pertanian.


Sentong

Yaitu sebuah ruangan yang digunakan sebagai tempat istirahat, atau bisa juga disebut kamar.

Nah, itulah penjelasan mengenai Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa Tengah dengan struktur bangunan yang keren, sedangkan mengenai pengertian Pakaian Adat Jawa Tengah bisa melihat info dibawah ini.

Pakaian Adat di Pulau Jawa, tak hanya Jawa Tengah saja, identik dengan baju kebaya yang dipadu padankan dengan batik, selain kebaya ada juga yang menggunakan kemben jarik yang dipakai hingga menutupi ketiak dengan pinggang yang dililit oleh stagen berwarna warni. Stagen sendiri berperan sebagai pengikat agar kain kemben yang menutupi tubuh tidak mudah lepas. Kini, pakaian adat Jawa Tengah hanya digunakan pada acara-acara tertentu saja seperti pernikahan dan upacara adat.


Pakaian Adat Jawa Tengah Untuk Pria



foto pakaian adat khusus pengantin
pakaian adat khusus pengantin.




Nam dari pakaian adat Jawa Tengah untuk pria adalah Jawi Jangkep, pakaian tradisional ini terdiri dari baju beskap, keris, stagen, blankon, alas kaki cemila dan kain jarik, biasanya pakaian adat ini digunakan pada saat acara tertentu seperti upacara adat.

Nah, tak hanya itu saja, pemakaian aksesoris di pakaian adat Jawa Tengah ini memiliki filosofi tersendiri seperti.
Blankon
Memiliki makna jika seorang pria harus mempunyai pikiran yang teguh.

Baju Beskap
Memiliki makna bahwa seorang pria harus memperhitungkan segala perbuatan yang dilakukannya.

Kain Jarik
Mengisyaratkan agar seorang pria jangan sampai melakukan sesuatu dengan keliru.

Keris
Memiliki makna jika seorang pria harus kuat terhadap godaan setan, dan juga melambangkan sebagai keperkasaan pria.


Pakaian Adat Jawa Tengah Untuk Wanita




foto baju adat cewek jawa tengah
pakaian adat untuk cewek. foto : tika_kartika04


Pakaian adat wanita memiliki model kebaya Surakarta, selain dengan baju batik, pakaian adat Jawa Tengah untuk wanita juga dilengkapi dengan kemben sebagai penutup dada dan kain jarik batik sebagai bawahan.

Sama halnya dengan pakaian adat pria, pakaian adat wanita juga memiliki filosofi tersendiri, yaitu melambangkan kepribadian perempuan Jawa yang patuh, lemah lembut, dan halus.
Kain jarik 
Selain sebagai penutup bagian bawah, juga memiliki arti bahwa wanita merupakan sosok yang bisa menjaga kesucian dirinya serta tidak mudah menyerahkan diri kepada siapapun.

Stagen 
berfungsi sebagai perlambang perempuan yang mampu menyesuaikan diri.

baca juga : pakaian dan rumah adat khas Bali beserta penjelasannya

Tips dan Info Lengkap Pendakian Gunung Argopuro, Gunung Dengan Trek Terpanjang di Jawa

Add Comment
Jawa Timur memang memiliki gunung-gunung yang unik, mulai dari Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Raung dengan jalur terberat di Pulau Jawa dan juga Gunung Argopuro, gunung dengan jalur terpanjang di Pulau Jawa.


foto puncak gunung argopuro jawa timur
Puncak Argopuro. foto : nofriantii


Gunung Argopuro terletak di perbatasan Kabupaten Situbondo, Probolinggo, dan Bondowoso, Gunung Argopuro sendiri memiliki ketinggian 3.088 Mdpl, walaupun tingginya masih kalah dengan Gunung Merbabu, yaitu gunung terindah di Jawa Tengah, tapi jangan salah, untuk bisa sampai puncak Argopuro kita membutuhkan beberapa hari lho.

Gunung Argopuro masih termasuk dalam pegunungan Iyang dan dalam pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Jember, selain terkenal dengan trek terpanjang di Pulau Jawa, gunung satu ini juga terkenal cukup angker, walaupun begitu ternyata Gunung Argopuro menyimpan pemandangan yang tak kalah indah dengan gunung lainnya seperti Semeru, Merbabu, dan Prau.

Gunung Argopuro memiliki dua jalur populer, yaitu Jalur Bremi di Probolinggo dan Jalur Baderan di Situbondo, selain itu gunung ini juga memiliki tiga puncak, yaitu Puncak Rengganis, Puncak Arca dan Puncak Argopuro yang merupakan puncak tertinggi, nah untuk mendaki di Gunung Argopuro ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 3-6 hari.



foto jalur pendakian gunung argopuro
peta jalur pendakian gunung argopuro.



Pendakian Gunung Argopuro via Bremi (Probolinggo)

Gunung Argopuro tidak memiliki basecamp, jadi untuk memulai pendakian kita harus lapor di Polsek setempat, nah untuk menuju ke Jalur Bremi dari Jakarta kamu bisa naik bus dan turun di terminal Probolinggo kemudian dilanjutkan lagi naik bus Akas kecil jurusan ke Bremi dan turun di Polsek Krucil.

 Apabila kamu menggunakan kereta bisa turun di Stasiun Malang lalu melanjutkan perjalanan dengan naik kereta lagi dari Stasiun Malang ke Stasiun Probolinggo atau bus menuju Terminal Probolinggo. Dari stasiun/terminal Probolinggo lanjut naik bus ke Bremi.


Rute Pendakian Gunung Argopuro via Bremi :

Polsek Krucil – Danau Taman Hidup (kurang lebih 4 jam)
Danau Taman Hidup – Hutan Lumut (kurang lebih 30 menit)
Hutan Lumut – Cemara Lima (kurang lebih 2 jam)
Cemara Lima – Angkene (kurang lebih 3 jam)
Angkene – Cisentor (kurang lebih 2 jam)
Cisentor – Rawa Embik (kurang lebih 2 jam)
Rawa Embik – Puncak Argopuro (kurang lebih 1 jam)
TOTAL = 14 jam 30 menit (tergantung kecepatanmu berjalan)


Info Mengenai Jalur Pendakian Argopuro via Bremi :


  1. Spot foto terbaik di jalur Bremi adalah di Danau Taman Hidup.
  2. Terdapat banyak sumber air di jalur Bremi seperti di Danau Taman Hidup dan aliran sungai diantara jalur Danau Taman Hidup menuju Hutan Lumut.
  3. Untuk lokasi camp bisa di Danau Taman Hidup,  Cemara Lima, Rawa Embik dan Cisentor.


foto padang savana cikasur argopuro
padang savana cikasur. foto : septian_sunu



 Pendakian Gunung Argopuro via Baderan (Situbondo)

Sama halnya dengan jalur Bremi, kita juga harus melapor di Polsek Setempat, yaitu di Polsek Sumber Malang yang terletak di Desa Baderan, Kecamatan Sumber Malang, Kabupaten Situbondo, nah, untuk akses menuju basecamp bisa mengikuti rute dibawah ini.

Apabila kamu menggunakan bus dari Jakarta bisa turun di terminal Probolinggo kemudian dilanjutkan naik bus Akas kecil jurusan ke Besuki, lalu dilanjutkan lagi menuju Desa Baderan menggunakan angkot hingga sampai di Polsek Sumber Malang.

Sedangkan bagi yang menggunakan kereta bisa turun di Stasiun Malang, dilanjutkan naik kereta dari Stasiun Malang menuju Stasiun Probolinggo atau bisa juga naik bus menuju Terminal Probolinggo. Dari stasiun/terminal Probolinggo dilanjutkan lagi menggunakan bus menuju Besuki hingga Desa Baderan.


Rute Pendakian Gunung Argopuro via Baderan :

Resort Perhutani – Pintu masuk hutan/Makadam (kurang lebih 4 jam)
Pintu masuk/Makadam – Mata Air I KM 4,2 (kurang lebih 2 jam)
Mata Air I – Mata Air II (kurang lebih 2 jam)
Mata Air II – Cikasur (kurang lebih 1 jam)
Cikasur – Cisentor (kurang lebih 1 jam)
Cisentor – Rawa Embik (kurang lebih 2 jam)
Rawa Embik – Puncak (kurang lebih 1 jam)
TOTAL = 13 jam (tergantung kecepatanmu berjalan)


Info Mengenai Jalur Pendakian Argopuro via Baderan :


  1. Spot foto favorit di jalur Baderan adalah di sabana Cikasur.
  2. Lokasi camp bisa di pos Mata Air, Cikasur, Cisentor dan Rawa Embik.
  3. Terdapat banyak sumber air, jadi tidak perlu kawatir.


foto danau taman hidup gunung argopuro
danau taman hidup. foto : putri_whyn


Previous
Next Post »