Skip to main content

Punya produk atau jasa? iklankan di Brobali saja, MURAH loh!, cek contohnya disini. Lihat Syaratnya disini

×

Kumpulan Puisi Tentang Hujan Inspiratif dan Romantis

puisi hujan

Bagi sebagian orang hujan merupakan momen yang ditunggu-tunggu, karena ketika hujan turun suasana akan terasa sedikit berbeda yang membuat inspirasi dan ide-ide muncul di kepala. Bahkan ada yang bilang kalau dstangnya hujan tak hanya membawa air saja melainkan juga dengan kenangan.

Tak heran jika banyak karya sastra seperti puisi, pantun, hingga quotes yang membahas mengenai hujan. Nah, berbicara tentang hujan, di bawah ini Brobali.com sudah mengumpulkan beberapa puisi tentang hujan yang mungkin bisa menambah ide dan inspirasimu dalam menciptakan karya-karya sastra.

Seperti biasa, puisi-puisi ini kami kumpulkan dari berbagai sumber, jika ada sumber yang belum tercantum dan kamu mengetahui siapa pembuatnya tolong kontak kami ya agar kami dapat mencantumkan sumbernya.

Baca Juga:
Kumpulan Puisi Kunang-Kunang
Kumpulan Puisi Kupu-Kupu

Langsung saja, yuk baca puisinya..


Menembus Debu dan Angin

Terjun dari sam'a biru
Menembus debu dan angin
Hinggap di julangan akar hijau
Masuk menyeruak ke kayu akar

Membekukan sepi hingga embun
Memberi minum hijau yang kering
Mengganti layu menjadi segar
Mengganti gersang menjadi basah

Saat tiba di ujung jalan
Rintik jatuh memecah tanah
Melayang memukul hampa
Membawa semua dingin ke tempat kekasih berada.
-Rayhandi-



Angin dan Hujan

Awan hitam pertanda hujan
Kau datang memberi kesejukan
Kau dan angin datang bersamaan
Lubang yang terpenuhi dengan genangan
Dan kau angin yang membawa angan
Rinduku tebal tak tertahankan
Rasa nya ingin cepat cepat ku sampaikan
Angin pembawa angan
Tolong cepat sampaikan
Hati ini tak tahan menahan beban kerinduan
-Akbar maulana j-




Musim Hujan

Di sini hujan kasih
Berbalut selimut menghangat raga
Dingin terasa hingga sampai ke tangan
Merambah mencari celah

Hujan kali ini begitu berbeda
Berbeda karena di ujung malam
Sepi mencekam bosan
Bermain kantuk membutakan mata

Aku masih di sini
Masih menjadi beku yang tak hangat
Terasa sesak takkala tertatap
Mungkin dingin menjadi penawar

Atap dan daun rimbun jadi saksi
Bahwa bening mencumbu hijau
Terlarut basah meninggal subur
Penawar di musim kemarau.
-Rayhandi-




Hujan Dan Namanya

Beribu tetesan menempel di kaca jendela yang sedari awal memang sudah berdebu
Pecah kan hening yang seolah bisu
Tetesnya buat bunyi yang seolah seperti irama yang menggebu
Gabungkan hujan dengan namanya yang sedari dulu ku rindu

Kemarin
Saat matahari hendak menelan cahayanya lamat lamat
Ku bilang jangan dulu
Karena masih ada seseorang yang masih merindu terangnya mentari
-Rizki Setiyani-



Aku Suka Hujan

Aku suka hujan
Ia mengingatkanku pada ratap
Ia mengikatku pada kasih
Ia menyeretku pada senja

Aku suka hujan
Basahnya mengoyak jiwaku
Basahnya melarutkan dukaku
Basahnya menyamari airmataku

Aku suka hujan
Dulu di bawah hujan
Cerita indah ku tulis
Bersama ia yang takhenti mengais

Aku suka hujan
Dengannya ratusan sajak ku kutat
Ribuan kata tergiang di tempurung otak
Milyaran bayang berjalan di sana

Aku suka hujan
Karena di setiap air yang jatuh
Ku ikat sepucuk doa kecil
Jatuh ke bumi membawa semuanya.
-Rayhandi-



RIBUTNYA HUJAN BERSAMA ANGIN

jiwa yang telah dikecewakan,
kini hidup dengan senyuman alam,
bagaikan cantuman kecil membaiki jiwaku,
kamu, kamu, dan kamu,
telah menceriakan hariku,
seolah-olah hatiku bergabung dengan tiupan angin,
aku bukan sendiri,
sedangkan daun yang berguguran itu penyeri hidupku,
aku berbahagia meskipun hujan membasahi tubuhku,
dengarkan nyanyian sepi hingga tawaku,
aku bisa memainkan watak dunia,
berjalan aku demi memahami,
setiap untaian ujian itu mengajar bukan untuk penghinaan,
tapi surat cinta dari Tuhan,
terima kasih pada Kekasih hati,
Kau lah segala-salanya dalam hidupku,
hingga matiku aku menujuMu..
-Zainab Baudin-


Terima Kasih Hujan

Terima kasih hujan
Berkatmu kami tak kekeringan
Berkatmu kami bisa meneguk air
Berkatmu kami sehat

Terima kasih hujan
Berkatmu kami basah
Kami tak gersang
Kami selamat dari kekeringan

Terima kasih hujan
Karena guyuranmu
Tanaman tanaman hilang dari kering
Terima kasih hujan

Terima kasih hujan
Tanaman petani subur basah
Air di sumur banyak meruah
Semuanya karenamu hujan

Terima kasih hujan
Terima kasih kau telan turun
Semua hijau, air, katak besyukur
Karenamu mereka hidup
Terima kasih.
-Rayhandi-



Hujan di sore itu

Hujan di sore itu..
Kita lagi bersama
Tertawa riang dan menikmati rintikan demi rintikan
Yang membuat perasaan kita merasa tenang

Hujan di sore itu….
Menghapus air mata kita
Dan mengubahnya dengan kebahagiaan
Kebahagiaan yang begitu indah

Di setiap rintikan mu begitu bermakna
Makna yang begitu dalam
Sehingga sulit buat dikatakan
Dan susah buat dilupakan

HUJAN……..
Kami hanya ingin engkau yang menjadi saksi dari kebahagiaan kami
Tidak perlu ada orang lain yang menjadi saksi

Cukup….
Hujan lah yang mengetahui kebahagiaan kami
-INDRIYAWATI KOMALASARI-



Kenangan di Basah Hujan

Di basah itu memori tersangkut
Menyanyut ingat membara bayang
Terlihat warna di pucuk mata
Kurasa memori menari bernyanyi berputar

Masih teringat olehku
Kenyataan yang menggenggam
Hangat menguar melawan dingin
Terbawa sampai ke hulu hati

Aku tak ingin melupa
Rasa di bidang merah masih menyenja
Di bayang barat rasa itu kugantung
Bersama hujan ia melebur

Hujannya deras terasa
Merangkak mencari celah
Batu keras memukulku
Tergiang ingin mengapak

Aku belum larut menjadi abu
Aku masih menjadi ingatan yang takkan raib
Menjadi sepertiga kenangan yang hidup di hujan malam
Aku masih menjadi cerita untuk hari ini dan selamanya.
-Rayhandi-



Kala Bumi Terguyur Hujan

Kita bertemu kala bumi terguyur
hujan dan kita berbagi payung
menuju masing peraduan sambil kenalan.

Kita berbagi kisah sembari bumi terguyur
hujan dan senyuman kita saling bertatapan.
Kita berdua sedang kasmaran.

Kita berjanji kala bumi mendung menunggu hujan.
Kataku adalah katamu dan kata-kata kita
berjalan seiringan.

Kita becumbu tak peduli bumi berlumur hujan
Seolah kita anggap rintik-rintik adalah saksi
di tengah desahan dan gerakan;
Kita berjajakkan.

Kita sadar selalu punya kenangan
di kala bumi terguyur hujan.
-Dimanstory Pangkur-

Baca Juga:


Untuk sekarang cukup itu dulu ya, nanti akan kami update kembali ketika kami mendapat puisi tentang hujan lainnya yang tak kalah keren. Menurutmu puisi mana yang paling inspiratif? tulis di kolom komentar yuk.
Ingin bertanya atau sekedar menyapa? Temukan kami di..

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar