Skip to main content

Kumpulan Puisi Pahlawan Singkat 2-4 Bait Terbaik!!!

puisi pahlawan

Zaman dulu negara kita pernah dijajah, kala itu seluruh masyarakat Indonesia berjuang menghadapi para penjajah dengan peralatan seadanya. Orang-orang inilah yang kita sebut sebagai pahlawan, karena tanpa perjuangan mereka kita tidak akan merasakan kemerdekaan.

Untuk memperingati perjuangan para pahlawan, di bawah ini Brobali sudah mengumpulkan beberapa puisi tentang pahlawan yang dapat kamu jadikan sebagai referensi.

Puisi-puisi ini kami kumpulkan dari berbagai sumber, jika kamu punya karya puisi tentang pahlawan juga, jangan lupa informasikan ke kami agar dapat kami cantumkan di artikel ini.

Langsung saja yuk kita baca.


PENGORBANAN

Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan jauh entah kemana
Bagaikan pungguk merindukan bulan
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam
Bulan yang menjadi tahun
Sekian lama telah menanti
Dirinya tak jua lepas

Andai aku sang Ksatria
Aku pasti menyelamatkanya
Namun semua hanya mimpi
Dirinyalah yang harus berusaha
Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi
-NN-



Karenamu Pahlawanku

Karenamu pahlawanku
Sekarang aku bisa hidup tenang
Tanpa kerja rodi romusa
Tanpa jerit takut rakyat tertembak.

Karenamu pahlawanku
Sekarang bumi kami damai
Air dan tanah menjadi kekayaan pertiwi
Bukan eropa bukan juga belanda.

Karenamu pahlawanku
Aku hidup di jaman merdeka
Setiap badan memiliki hak sama.

Karenamu pahlawanku
Hingga hari ini aku bisa menulis puisi dan sepucuk doa
Doa untuk roh roh suci kalian
Yang berjuang atas darah dan tulang.
-Rayhandi-



PAHLAWAN

Di tengah jeritan dan siksaan
Hidup dalam kukungan dan ketakutan
Di bawah telunjuk-telunjuk pemaksaan
Kau Hadir…
Dengan jiwa membawa tuk merebut bangsa

Teriknya matahari, tak mampu membakar semangatmu
Dinginnya malam, tak mampu bekukan tekadmu
Meski musuh layangkan pedang
Dalam serbuan berjuta orang
Kau terus berjuang dalam medan pertempuran
Berlari merebut pertiwi, meraih mimpi untuk merdeka
Kau tak pernah merintih
Menahan perih dan letih
Bermandikan keringat, teteskan darah
Hingga ajal menjemput raga

Kini…
Kau telah pergi, jaman pun silih berganti
Namun.. namau akan selalu mewangi
Mengisi lemba-lembar sejarah
-NN-



Terima kasih pahlawan

Kuucapkan terima kasih untuk kalian yang disana
Yang mati karena berani
Yang mati karena yakin
Yang mati karena benar.

Kuucapkan terima kasih
Untuk jasad yang sekarang menjadi abu
Karena kalian kami merdeka
Karena kalian merah putih tegak di pucuk langit garuda
Menjulang menjadi bukti darah dan nyawa telah tertaruh.

Kuucapkan terima kasih
Untuk keberanian kalian
Keberanian yang tumbuh di dasar hati
Menjalar merenggut darah
Tiada takut kalian berperang
Bahkan matipun mau dikau.

Kuucapkan terima kasih
Untuk setiap doa
Doa yang setiap hitam terbang ke langit
Doa yang tiada henti hentinya kalian tasbih
Untuk kami, indonesia mendatang.

Kuucapkan terima kasih
Tanah yang kami injak
Air yang kami minum
Adalah darah dan nyawa
Yang dulu melayang.

Kuucapkan terima kasih
Sekali lagi, kuucapkan terima kasih
Untuk kalian yang sekarang sudah di surga
Tersenyum melihat garuda terbang tinggi.
-Rayhandi-



UNTUK PAHLAWAN NEGERIKU

Untuk negriku…
Hancur lebing tulang belulang
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati

Ku rela demi tanah airku
Sangsaka merah berani
Putih nan suci
Melambai-lambai di tiup angin
Air mata bercucuran sambil menganjungkan do’a
Untuk pahlawan negri
Berpijak berdebu pasir
Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagat raya
Hanya jasamu yang bisa ku lihat
Hanya jasamu yang bisa ku kenang
Tubuhmu hancur lebur hilang entah kemana
Demi darahmu…
Demi tulangmu…
Aku perjuangkan negriku
Ini Indonesiaku
-NN-





Indonesia sekarang

Wahai para pahlawan
Tahukah dikau keadaan indonesia sekarang?

Indonesia yang dulu kalian perjuangkan dengan nyawa darah

Sudah menjadi bangsa yang palsu meski sedikit maju

Indonesia sekarang adalah hutan rimba

Tragedi untuk orang takberuang dan sandiwara untuk orang orang kaya

Mereka hidup dengan kebohongan, mengatas namakan rakyat

Indonesia sekarang kejam
Tiada berperikemanusiaan

Orang beruang bisa membeli hukum, yang miskin makan harapan

Hai para pahlawan, pemimpin rakyat sekarang teramat munafik

Mereka memberi kami makan harapan

Kami kenyang akan harapan

Harapan itu telah membesarkan kami

Hingga kami tahu bahwa setiap pemimpin itu fiksi

Tuhan kumohon jaga merah putih di langit
Biarkan ia selaku berkibar di biru dunia hingga fana.
-Rayhandi-




UNTUKMU PAHLAWAN INDONESIAKU

Demi negri…
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa…
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan

Tampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukkan mereka penghalang negri

Hari-hari mu di warnai
Pembunuhan dan pembantaian
Dan dihiasi Bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Yang muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat…
Runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang yang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangian
Basah di badan keringpun di badan
Yang kini menghantarkan indonesia
Kedalam istana kemerdekaan
-NN-




Jiwa jiwa yang gugur

Jiwa jiwa yang gugur
Jasad jasad berserakan di bumi indonesia
Darah menjadi biru hitam jeritan
Rasa takut menyatu dengan hati.

Jiwa jiwa yang gugur
Kini mereka suci di janah
Menjadi tamu allah
Mereka tersenyum di sana
Tersenyum untuk indonesia yang semakin dan menderita.

Jiwa jiwa yang gugur
Tidak tahukah kau jumlah roh yang terpisah dengan jasad?
Beratus bahkan beribu jiwa menjadi almarhum.

Jiwa jiwa yang gugur
Mereka gugur untuk satu nama
Mereka berkorban untuk satu nama
Mereka menangis untuk satu nama
Indonesia....indonesia!
-Rayhandi-



BAMBU RUNCING

Mengapa engkau bawa padaku
Moncong bayonet dan sangkur terhunus
Padahal aku hanya ingin merdeka
Dan membiarkan Nyiur-nyiur derita
Musnah di tepian langit

Karena kau memaksaku
Bertahan atau mati
Dengan mengirim ratusan Bom
Yang engkau ledakkan di kepalaku
Aku terpaksa membela diri

Pesawat militermu jatuh
Di tusuk bambu runcingku
Semangat perdukaanmu runtuh
Kandas di Batu-batu cadas
Kota Surabaya yang panas
-NN-


Baca Juga:
Kumpulan Kata-kata Tentang Bulan Agustus

Untuk saat ini mungkin cukup itu dulu, kedepannya akan kami update dengan menambah puisi-puisi tentang pahlawan lainnya. Menurutmu dari daftar puisi di atas mana yang paling bagus?



Seluruh artikel di situs ini akan selalu diupdate jika ada informasi baru, jadi tetap kunjungi Brobali agar tidak ketinggalan ya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar