Candi Sukuh, Candi di Karanganyar yang Mirip Bangunan Suku Maya

Candi Sukuh, Candi di Karanganyar yang Mirip Bangunan Suku Maya

Karanganyar merupakan salah satu tujuan wisata paling favorit di Jawa Tengah, bukan tanpa alasan, di Kabupaten Karanganyar memang terdapat banyak sekali wisata keren, selain itu lokasinya yang berada di kaki gunung Lawu menjadikan udara di Kabupaten ini cukup sejuk.

foto candi sukuh

Nah, salah satu tempat wisata di Karanganyar yang sangat disarankan untuk dikunjungi adalah Candi Sukuh. Yaitu sebuah komplek Candi Hindu peninggalan zaman Majapahit yang terletak di Desa Berjo.


Apa yang Menarik di Candi Sukuh ?

Candi Sukuh terbilang komplek candi yang cukup unik, berbeda dengan kebanyakan candi di Indonesia seperti Candi Prambanan maupun Candi Borobudur, di komplek Candi Sukuh kita akan menemukan banyak arca yang memperlihatkan organ reproduksi manusia.

foto relief di candi sukuh
relief di candi sukuh. foto : expeliarmouz

Walaupun sempat menjadi kontroversi, namun perlahan-lahan hal ini bisa diterima oleh masyarakat, selain itu bentuk dari Candi Sukuh sendiri cukup berbeda dengan kebanyakan Candi Hindu pada umumnya.

Candi Sukuh memiliki bentuk trapesium, tak heran jika banyak orang mengatakan jika bentuk bangunan Candi Sukuh sangat mirip dengan bangunan di luar negeri, tepatnya bangunan milik Suku Maya di Meksiko.



Kini Candi Sukuh merupakan salah satu situs warisan dunia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sejak tahun 1995. Candi Sukuh dibagi menjadi tiga bagian, yaitu teras pertama, kedua dan ketiga. Setiap teras memiliki ciri khas tersendiri dengan teras ketiga yang menjadi lokasi Candi utama.

Kesan pertama ketika memasuki kawasan Candi Sukuh adalah suasananya yang menyenangkan dengan udara yang cukup segar, di komplek Candi Sukuh ini kita dapat melihat banyak sekali arca dan relief yang nampak sangat artistik.

Situs candi Sukuh dilaporkan pertama kali pada masa pemerintahan Britania Raya di tanah Jawa pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta. Johnson kala itu ditugasi oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data guna menulis bukunya The History of Java. Setelah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, Van der Vlis, arkeolog Belanda, melakukan penelitian. Pemugaran pertama dimulai pada tahun 1928. -Wikipedia-


baca juga : 
hanya dengan Rp.50.000 kamu bisa mengunjungi wisata populer di Karanganyar ini

foto candi sukuh karanganyar
rapi banget ya. foto : widhiofrock


Mitos di Candi Sukuh

Ketika kita menaiki tangga di lorong gapura, kita akan melihat dua relief disisi samping, menurut mitosnya tempat tersebut digunakan untuk mengetes keperawanan wanita.

Apabila wanita berjalan melewati relief tersebut lalu kainnya robek dan mengeluarkan darah, berarti wanita itu masih perawan, sedangkan jika kainnya hanya terlepas saja tanpa mengeluarkan darah, berarti wanita tersebut sudah tidak perawan.

Banyak wisatawan yang penasaran untuk mencoba membuktikan mitos tersebut, namun banyak juga yang mengurungkan diri karena malu atau takut. Padahal hal tersebut hanyalah mitos belaka, seharusnya kita tidak perlu takut dengan mitos karena mitos tersebut ada hanya untuk membuat tempat wisata yang bersangkutan menjadi lebih menarik. Jadi, tetap hanya percayalah kepada Allah ya guys.

Setiap harinya komplek Candi Sukuh Karanganyar selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama kalangan anak muda, selain aksesnya yang cukup mudah, pemandangan di sekitar tempat wisata Karanganyar ini juga sangat indah.

Objek wisata Candi Sukuh sangat cocok dikunjungi terutama bagi kamu para pecinta wisata sejarah, jadi kapan kamu akan berlibur ke Candi Sukuh?


Fasilitas :
  • Pusat Informasi
  • Toilet
  • Tempat Parkir
  • Guide


Harga Tiket Masuk Candi Sukuh Karanganyar :
Rp. 7.000/orang

Jam Buka :
08:00-17:00 WIB

Akomodasi (Penginapan)
Untuk penginapan, kamu bisa mencari di dekat tempat wisata Grojogan Sewu, disana terdapat banyak sekali hotel dengan harga yang cukup berfariasi.




Lokasi :

  • Alamat ; Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
  • 13 Km dari pusat Kabupaten Karanganyar melalui Jl. Karangpandan-Ngargoyoso (26 menit)
  • 38 Km dari pusat Kota Solo melalui Jl. Lawu (1 jam 10 menit)
  • (perkiraan waktu tempuh jika tidak ada kendala)



Rute Menuju Candi Sukuh Karanganyar

Akses menuju Candi Sukuh bisa dibilang cukup mudah, dari Solo, Klaten ataupun Semarang. Pertama kamu harus menuju ke Kabupaten Karanganyar terlebih dahulu dengan melalui Jalan Lawu. Rute menuju ke Candi Sukuh ini sama dengan rute menuju ke Candi Cheto.

Ikuti saja jalan menuju ke arah Basecamp Gunung Lawu, jalan yang akan kita lewati cukup berkelok-kelok dengan jalur naik turun, tepat di kiri jalan akan terdapat gapura bertuliskan “Kawasan Wisata Sukuh” silahkan masuk ke gapura tersebut dan ikuti jalan hingga kamu sampai di lokasi (sudah terdapat banyak petunjuk jalan).

Sedangkan jika kamu menggunakan transportasi umum, dari manapun asalmu, pertama kamu harus menuju ke Solo terlebih dahulu, sesampainya di Solo silahkan naik bus dari Stasiun Tirto Nadi menuju Stasiun Karang Pandan.

Dari Terminal Karangpandan perjalanan dilanjutkan lagi menggunakan bus menuju Sukuh dan turun di pertigaan Nglorog. Dari pertigaan Nglorog perjalanan dilanjutkan menggunakan ojek menuju lokasi wisata dengan jarak tempuh sekitar 1 km, atau agar lebih menghemat biaya kamu bisa berjalan kaki menuju ke lokasi.




Tips Berlibur ke Candi Sukuh Karanganyar :

  • Waktu terbaik untuk berkunjung ke Candi Sukuh adalah di hari biasa (senin-jumat).
  • Jika kamu menggunakan transportasi umum, perlu diingat jika bus untuk kembali ke Solo hanya terbatas sampai jam 6 sore.
  • Lebih disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor karena jalan yang cukup sempit dan berkelok-kelok.
  • Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu taati aturan.



Lihat peta cara menuju ke candi sukuh karanganyar




Wisata Terdekat Dari Candi Sukuh Karanganyar (- 1 Jam):

Candi Cheto (27 menit)
Candi Cheto merupakan salah satu candi dengan pemandangan indah di Jawa Tengah, komplek candi ini terbilang cukup luas dengan didukung oleh fasilitas yang memanjakan wisatawan.

Air Terjun Jumog (5 menit)
Banyak yang mengatakan jika Air Terjun Jumog merupakan “surga yang hilang di karangnyar” karena memiliki pemandangan yang sangat indah walaupun tingginya masih kalah dengan Grojogan Sewu, selain itu fasilitas dan pengelolaan yang baik menjadikan Air Terjun Jumog sangat wajib untuk dikunjungi.

Grojogan Sewu (28 menit)
Grojogan Sewu adalah air terjun paling populer di Karanganyar, air terjun ini memiliki tinggi lebih dari 80 meter dengan debit air yang cukup deras, selain itu fasilitas di objek wisata ini juga sangat lengkap, tak hanya menawarkan wisata air terjun saja, tapi juga ada waterpark mini, dan mini rafting.


Foto header :
https://www.instagram.com/p/BK4bX6BhBXf/

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments